Lebih Sepekan Berlalu, Begini Kondisi Pasca Kebakaran Hutan Gunung Ciremai

Gunung Ciremai

Sekian Banyak saat dulu para penggemar alam & pendaki gunung di Indonesia dikejutkan dgn informasi terbakarnya hutan di sekian banyak gunung primadona pendaki di Indonesia. Terbakarnya hutan di lereng Gunung Merapi, Sindoro, Ciremai, Lawu, kurun waktu yg berdekatan dengan cara tak serta-merta dipicu oleh periode kemarau panjang yg melanda Indonesia sejak sekian banyak bln terakhir.

Kebakaran hutan yg pass agung & pernah jadi trending topic di kalangan anak jejaka pendaki gunung di Indonesia ialah terbakarnya ruang hutan di lereng Gunung Ciremai. Telah lebih sepekan dulu kobaran api yg membakar mulanya ranting kering jadi tak terkendali & menghanguskan sebahagian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat. Hri ini, kebakaran Gunung Ciremai benar-benar telah mereda. Tim gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai dibantu oleh paguyuban peminat alam sudah bekerja keras menjinakkan api yg membakar hutan di jurang terjal Gunung Ciremai.

Dikutip dari page Mongabay, kebakaran hutan Gunung Ciremai mula-mula kali terdeteksi terhadap Jumat (14/08) sore. Sesudah dilacak lewat rangkaian info penduduk & para pendaki, nyata-nyatanya titik api muncul dari timur jalur pendakian Sadarehe, jaraknya nyaris tiga bukit atau lereng dari jalur pendakian yg biasa dimanfaatkan pendaki utk mencapai ke puncak Ciremai.

Meski sampai hri ini penyebab kebakaran hutan Ciremai belum didapati tentu, tapi dugaan sementara mengarah terhadap kelalaian para pendaki yg meninggalkan barang bawaan yg memicu api ataupun pembakaran hutan dgn sengaja oleh oknum warga.

Lantas usai api padam, gimana keadaan terakhir pasca kebakaran Gunung Ciremai? Menurut penjelasan Kepala Pos pendakian Ciremai, dikutip dari page Mongabay, titik-titik api munculnya di ketinggian di atas 2.000 mdpl. Api merambat luas sampai ke jalur pendakian. Sebahagian agung ladang edelweiss yg ada disekitar puncak Ciremai hangus terbakar. Setidaknya api menghanguskan kawasan bunga edelweiss disebelah timur lereng kawah. Sebelum sukses dipadamkan seutuhnya, api pula pernah merambat ke jalur pendakian Linggar Jati.

Biarpun kebakaran hutan di Gunung Ciremai sudah padam, tapi di antara deru periode kemarau yg tetap konsisten menguat sampai Nopember kelak barangkali kebakaran masihlah rentan berjalan. Pasalnya, seperti tidak sedikit kasus kebakaran hutan di lereng Gunung di Indonesia, tidak sedikit dahan yg kering & tiupan kencang angin gunung di atas ketinggian 2.000 mdpl ialah potensi akbar yg kemungkinan pemicu munculnya percikan api.

Janganlah hingga kebakaran hutan berlangsung lagi di lereng gunung, lantaran memadamkan api di lereng gunung tidak semudah mendaki gunung dgn mencangklong ransel berat seperti gaya para pendaki pemula di Indonesia. Gunung Ciremai yg kasep berdiri setinggi 3078 mdpl terang amat menyulitkan utk memadamkan api di lebih kurang lerengnya. Lebih-lebih titik api muncul di jurang-jurang terjal. Upaya pemadaman kebakaran di lereng gunung pula tidak mampu memakai air, sebab tidak ada sumber air. Keterbatasan fasilitas & ketersediaan air yg amat sangat terbatas di ketinggian di atas 2.000 mdpl memaksa Pegawai memadamkan api cuma berbekal tanah & kibasan kain atau daun.

(CAL)

img : flicker.com

Sumber

Tinggalkan komentar